Ini carik-carik gurat penaTersebar dari amarah ramah
Bergelayut dan kian bertambah
Seribu nada bisingkan jiwa
Ketika roda berputar
Rakyat dukung perampok
Perampas nasi
Ku tak peduli lagi
Walau terpantang
Ini carik-carik pena nyata
ku lihat dan menggolek
Figur dan figur
Bangkit
Dan nafas
Benteng gemertak
Jalan gemerlang
Kuda loncatkan tahta
Apa jika menteri
Arah seribu raja
Iblis dan setan telah bersorak
Ku goret lagi
Pena yang tergetar tegar
Bila jawara milik raja
Bila gerak lemah selangkah
Apa guna menteri, kuda
Benteng
Bila ‘
Lebur bersama terhunus
Pedang jahanam ‘tlah tajam
Tubuh rakyat tergolek
Impikan sejawat
Dan sebutir nasi,
Air
Udara
Telah tiada
Dan ’
Kian
seperti catur
*Nova Dlod Pangkung, 2007

Tidak ada komentar:
Posting Komentar