apa kau pikirkan?
terbahak iblis berpedang
panas telah terasa
memerah amarah dan daun telinga
ku juga
dan masih perlu tuntunan
tega akan rakyat
kau, kau serta kau
tertekuk tunduk, diam
apa kau heningkan?
ini hikayat lama ’
segumpal darah terperah debu jalanan
sehelai rambut terbentang
juga tulang belulang si riang gemilang
apa kau sadarkan?
termenang dan tertendang
yang kering kerontang terbaring
ku pun rasa terbahak sendiri
sekuat kerutkan dahi
apa kau pikirkan?
leburkan seluruh jiwa demi jiwa
setan ‘
bila tanah perang ‘
alam ‘
jalan terus dan terus
kau, kau serta kau
hancur!
*Nova Dlod Pangkung, 2007


Tidak ada komentar:
Posting Komentar