09 April 2009

Pesta Demokrasi di Dlodpangkung

Hari ini adalah pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia. Secara serentak seluruh Warga Negara Indonesia yang sudah punya kartu suara berbondong-bondong ke TPS masing-masing. Hal serupa terjadi pula di Pulau Bali. Aku yang bertempat tinggal di Desa Sukawati mendapat bagian nyontreng di TPS 19, tepatnya di Banjar Dlodpangkung Sukawati Gianyar Bali.

Ketika aku sampai di TPS, sudah puluhan Krama Banjar Dlodpangkung yang mayoritas memakai pakaian adat madya, berkumpul dan mengantre giliran menyontreng caleg pilihan hati nurani mereka. Aku juga harus mengantre, tapi dasar kuli foto yang tak bisa menyianyiakan momen demokrasi di banjarku. Satu persatu aku jepret mulai dari proses pendaftaran sampai selesai menyontreng dan memasukkan empat kartu suara.

Jumlah pemilih di Br Dlodpangkung sebanyak 350 orang. Dari 5 bilik yg tersedia ternyata kurang memadai jumlahnya. Sehingga diputuskan untuk dibuatkan satu lagi bilik sederhana dari kardus bekas.
Dari hasil pengamatanku, rata-rata para pemilih menghabiskan waktu antara 5 sampai 10 menit untuk penyontrengan empat lembar surat suara tersebut. Lamanya proses tersebut diakibatkan kebingungan memilih caleg karena saking banyaknya dan kesulitan melipat keempat surat suara. Oleh karena itu, pelipatan surat suara pun dibantu oleh panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dimana untuk TPS19 jumlahnya 7 orang, yang diketuai oleh Kelian Br. Dlodpangkung sendiri, I Ketut Sudiarta. Pada tps 19 ini juga disaksikan oleh 8 orang saksi yang membantu mengawasi kelancaran pesta demokrasi di Br. Dlodpangkung ini.

Bagi Krama Banjar yang sudah selesai menyontreng ada yang tetap antusias menyaksikan proses pemilu ini,tapi ada juga yang bersantai-santai d warung mini yang berada di depan Balai banjar Dlodpangkung sambil ngobrol politik ala wong cilik.

Pendaftaran penyontrengan di TPS 19 berakhir pukul 12, tapi proses penyontregan baru berakhir pukul 13.30 karena ada yang sudah mendaftar tapi ditinggal pulang oleh pemilih. Total pemilih yang hadir adalah 301 orang dan yang tidak hadir sebanyak 49 orang.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 perhitungan baru selesai dilakukan untuk anggota DPRD Kabupaten Gianyar dan Provinsi Bali. Di Br. Dlodpangkung terdapat satu caleg dari PPRN, I Pande Wayan Suanda dan perolehan suaranya tertinggi di Br Dlodpangkung, yaitu 73 suara. Sedangkan untuk anggota DPRD Provinsi Bali yang mendominasi di TPS 19 ini adalah Caleg dr PDIP AA Gde Agung Bharata, SH, yaitu sebanyak 36 suara.

Hari sudah beranjak malam,petugas KPPS tetap semangat menghitung suara yang tersisa. Akhirnya pukul 20.30 surat suara selesai dihitung dan ditanda tangani oleh semua petugas kpps dan saksi. Untuk calon anggota DPD yang unggul di Dlodpangkung adalah I Wayan Sudarmaja, SH, MH dengan 63 suara dan untuk calon anggota DPR yang dapat suara terbanyak adalah Gde Sumarjaya Linggih, SE, dari Partai Golkar dengan perolehan suara sebanyak 39 suara.

Suara tidak sah di TPS 19 kebanyakan karena kekosongan surat suara, alias tidak dicontreng. Tp ada juga dikarenakan kesalahan mencontreng dan ada juga surat suara yang digambar mungkin karena tidak bisa baca tulis dan hobinya memang menggambar.

Semoga hasil pemilu 2009 yang sungguh rumit ini bisa menghasilkan wakil rakyat yang memang memperjuangkan kepentingan masyarakat umum. khususnya untuk wakil rakyat dari Krama Bali sendiri yang terpilih nanti diharapkan dengan sangat untuk menjadikan Ajeg Bali sebagai dasar pemikirannya. Artinya, dengan semangat mempertahankan tanah Bali dari oknum-oknum berduit dan serakah yang berusaha menguasai Bali yg indah ini. Jadi, jangan sampai Bali menjadi Jakarta yang kedua dimana Krama Bali sendiri menjadi terasing di tanah leluhurnya karena sudah habis dijual.

Kami mempercayakan Pulau Bali yang cuma 0,29% dari luas negara Indonesia ini kepada wakil rakyat, agar Bali tetap Bersih Aman Lestari Indah atau Beautiful Adventurous Legendary Inspiring.

Link Blog Bali Polos

05 Mei 2008

Rudal Kalahkan Putra Jenggala 3:0


Bola Voli Rudal (Rukun Dlodpangkung) STAD mengalahkan Putra Jenggala dengan skor telak 3:0 pada kejuaraan Bola Voli yang diselenggarakan oleh Porduta Br. Tegenungan, Kemenuh, Sukawati Gianyar pada hari Minggu malam (4/5) kemarin.

Pada set pertama dan kedua, Rudal dengan kostum biru kuning menurunkan enam pemain tangguh, yaitu Tude (12), Panjul (1), Dektra (3), Balik (8), Yantra (4), dan Kenya (2). Sehingga, Rudal unggul dengan skor 25:12 dan 25:20. Kemudian pada set ketiga Yantra (4) diganti Belis (9) dan Rudal menghasilkan skor 25:19. Dengan demikian Rudal menang 3:0 atas Putra Jenggala, Semebaung, Gianyar.

Kejuaraan Bola Voli Porduta Cup I 2008 yang berlangsung dekat objek wisata air terjun Tegenungan ini berlangsung mulai tanggal 20 April 2008. Pertandingan pertama dimulai pada pukul 20.00 Wita. Kejuaraan kali ini akan memperebutkan hadiah berupa uang tunai, piala serta piagam.

28 Januari 2008

Ucapan Terima Kasih Kepada Para Pendukung Kejuaraan

Kami dari panitia Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali, Sekaa Teruna Astiti Dharma Cup 2008 mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu, sehingga kejuaraan ini dapat berlangsung dengan sportif, aman, tertib, dan sukses.
Adapun daftar para dermawan kami tampilkan sebagi berikut:
1.Cok Ace Puri Ubud (Rp 2.000.000,-)
2.Sanggar Tambak sari (Rp 400.000,- dan Jasa Penabuh Joged))
3.Batuan Sport (8 Slop Bola Tenis Meja)
4.Wayan Subawa, Produsen Meja Pingpong merek Speed (1 set Piala dan 40 Kaos Panitia)
5.Putu Surya (Administrasi dan ATK)
6.Suzuki Sukawati (2 Buah Spanduk Kejuaraan dan 10 Souvenir Kaos Suzuki)
7.Para Wasit, Bapak Suandi dkk. yang secara sukarela meluangkan waktu, tenaga dan pikiran menjadi Wasit Kejuaraan
8.Bapak Rugeg (10 Dus Air Mineral Gelas)
9.Ibu Suasthi (200 Snack untuk Pembukaan)
10.Cok Oka Yudana (Rp 500.000,-)
11.Wayan Suda (5 Dus Air Mineral Gelas)
12.Cok Raka Puri Abian (Rp 500.000,-)
13.Bapak Komang Puspa (Kertas Piagam Kejuaraan)
14.DR. Suparman (Rp 500.000,-)
15.Bapak Ngurah Adi PTMSI Gianyar (Rp 300.000,-)
16.Ngurah Jelantik (Rp 100.000,-)
17.Bapak Nyoman Sukerta (Pertunjukkan Tari Bondres)
18.Camat Sukawati (10 Dus Air Mineral Gelas)
19.Stikes Bali (30 Kalender Duduk)
20.Yande Ubud (Rp 400.000,-)
21.Bapak Kadek Diana (Rp 1.000.000,-)
22.Bapak Perbekel Desa Sukawati (Rp 1.500.000,-)

PTM Rajawali Denpasar Juara Beregu Putra Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali 2008



Persatuan Tenis Meja (PTM) Rajawali Denpasar yang diperkuat Chandra, Yasa dan Swastika, Minggu (27/1/2008) merebut Juara I Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali, Sekaa Teruna Astiti Dharma Cup 2008. Di final PTM Rajawali Denpasar menundukkan PTM Deva Denpasar yang menjagokan Dedik, Yudi dan Kokming dengan skor akhir 3-2.

Sedangkan untuk juara III diraih oleh PTM Gamarga Guang, Gianyar dan juara IV diboyong oleh PTM Elang Hitam B Denpasar. Sementara tim tuan rumah, PTM Rudal Dlodpangkung harus berhenti langkahnya menuju babak empat besar karena dikalahkan PTM Gamarga Guwang, Gianyar dengan skor akhir 1-3.

Pada kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal 25 Januari 2008 di Balai Banjar Dlodpangkung, Sukawati ini juga mengukuhkan I Wayan Suastika dari PTM Rajawali Denpasar sebagai pemain terbaik.

”Kejuaraan Tenis Meja se-Bali 2008 yang diselenggarakan oleh Sekaa Teruna Astiti Dharma di Desa Sukawati ini patut dibanggakan karena selain sebagai ajang kompetisi yang sportif juga telah terbukti mampu mempererat tali persaudaraan sesama pecinta olahraga tenis meja di Bali”, puji Bapak Wayan Regig Suartha, Perbekel Desa Sukawati pada acara penutupan yang berlangsung pada Minggu malam (27/1/2008).



Di sela-sela acara penutupan juga disemarakkan pertunjukan tari Joged dengan penabuh yang tergabung dalam Sanggar Tambak Sari Sukawati. Setelah empat penari Joged selesai menari, maka usailah Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali yang pertama kali diadakan di Desa Sukawati ini. Semoga kesuksesan tahun ini dapat ditingkatkan pada kejuaraan selanjutnya.

Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 Januari 2008 di Balai Banjar Dlodpangkung, Sukawati ini diselenggarakan oleh PTM Rudal dan ST. Astiti Dharma Br. Dlodpangkung dalam rangka menyambut Hari Raya Umat Hindu, yaitu Galungan dan Kuningan.

Ada 26 PTM yang ikut serta pada kejuaraan ini, yaitu:
1.PTM Semar, Buleleng;
2.PTM Rajawali Bonbiyu, Gianyar;
3.PTM Purnama, Batuyang, Gianyar;
4.PTM Dewata Denpasar;
5.PTM Yoga Ketewel, Gianyar;
6.PTM Mekar Sari Ketewel, Gianyar;
7.PTM Siwa Batuan, Gianyar;
8.PTM Kerta Bumi A Denpasar;
9.PTM Kerta Bumi B Denpasar;
10.PTM Garmaga Guwang, Gianyar;
11.PTM Deva Denpasar;
12.PTM Elang Hitam A Denpasar;
13.PTM Elang Hitam B Denpasar;
14.PTM Kharisma Klungkung;
15.PTM Rudal A Dlodpangkung, Gianyar;
16.PTM Rudal B Dlodpangkung, Gianyar;
17.PTM Bhinneka Denpasar;
18.PTM Candi Baru Gianyar;
19.PTM Buruan Sanur, Denpasar;
20.PTM La Barong Singapadu, Gianyar;
21.PTM Rajawali Denpasar;
22.PTM Tegal Bangli;
23.PTM Putra Amerta Ubud, Gianyar;
24.PTM Birlian Kuta, Badung;
25.PTM Putra Peguyangan; dan
26.PTM Happy Denpasar

Total hadiah tunai yang disiapkan panitia untuk Juara I-VIII adalah Rp 3.400.000,- + @ sebuah T-Shirt Suzuki, dengan rincian sebagai berikut:
Juara I: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 1.000.000,-
Juara II: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 750.000,-
Juara III: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 500.000,-
Juara IV: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 250.000,-
Juara V – VIII: Piagam dan Dana pembinaan @ Rp 150.000,-
Pemain Terbaik: Piagam dan Dana pembinaan Rp 300.000,-

Informasi lebih lanjut hubungi:
Pande Putu Suryadinata, S.Si
Ketua Panitia Kejuaraan
HP: 0818 147 552
Blogs: www.st-ad.blogspot.com

24 Januari 2008

Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

Melalui Kejuaraan Tenis Meja Se-Bali STAD Cup 2008, Mari Kita Tingkatkan Sportifitas!


Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali Tahun 2008 memperebutkan Piala ST. Astiti Dharma merupakan kegiatan tahunan berupa kejuaraan Tenis Meja Antar Klub Tenis Meja yang ada di Bali.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mulai tanggal 25 – 27 Januari 2008 di Balai Banjar Dlodpangkung, Sukawati ini diselenggarakan oleh PTM Rudal dan ST. Astiti Dharma Br. Dlodpangkung dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah 1. Meningkatkan sportifitas, profesionalitas, daya saing, dan kualitas permainan insan pecinta olahraga Tenis Meja di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya; 2. Mempererat tali persaudaraan sesama pecinta olahraga Tenis Meja; dan 3. Mendukung program Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Total hadiah tunai yang disiapkan panitia untuk Juara I-VIII adalah Rp 3.100.000,- dengan rincian sebagai berikut:
Juara I: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 1.000.000,-
Juara II: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 750.000,-
Juara III: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 500.000,-
Juara IV: 1 Buah Piala Tetap dan Piagam, serta Dana pembinaan sebesar Rp 250.000,-
Juara V – VIII: Piagam dan Dana pembinaan @ Rp 150.000,-

Berdasarkan jadwal yang telah disepakati bersama, bahwa pertandingan akan dimulai pada pukul 10.00 WITA pada hari Jumat, 25 Januari 2008 di Balai Banjar Dlodpangkung Sukawati. Pada Pukul 09.00 – 10.00 WITA akan dilaksanakan upacara pembukaan, dimana pertandingan akan dibuka secara langsung oleh Camat Sukawati. Pada acara pembukaan juga disuguhkan Tari Panyembrahma dan Bondres yang diiringi tetabuhan dari Sanggar Tambak Sari.

Acara penutupan yang berlangsung pada hari Minggu, 27 Januari 2008 pukul 20.00 WITA akan disuguhkan hiburan Tari Joged setelah penyerahan hadiah bagi para Juara.

Kami dari panitia berharap, pertandingan berjalan dengan sportif, aman, tertib, dan lancar. Sehingga apa yang menjadi tujuan dari kegiatan ini dapat terealisasi dengan baik. Kami mengucapkan selamat berlatih bagi para pemain, sampai jumpa pada saat pertandingan. Mari kita tingkatkan sportifitas!

Technical Meeting Kejuaraan Tenis Meja Se-Bali STAD Cup 2008


Minggu, 20 Januari 2008, Panitia Kejuaraan Tenis Meja Se-Bali STAD Cup 2008 mengadakan Technical Meeting yang dihadiri beberapa klub tenis meja yang ada di Bali. Pada rapat yang dimpimpin oleh wasit I Nyoman Suandi ini dilakukan pengundian untuk menentukan Pool dan jadwal pertandingan bagi masing-masing klub yang berjumlah 26 klub Persatuan Tenis Meja (PTM) yang ada di Bali.

RUDAL VS PANSER


Tim Bola Voli Rudal (Rukun Dlodpangkung) STAD mengikuti pertandingan Bola Voli Pandawa Cup 1 di Desa Pakraman Taman Bedulu, Blahbatuh, Gianyar pada hari Kamis, 17 Januari 2008. Pada sesi ketiga sekitar pukul 22.00 WITA, Rudal dijadwalkan melawan Tim Panser dari Serongga Gianyar.

Rudal yang menurunkan 10 pemain terbaiknya, diantaranya Tude (12), Yan Putra (2), Reket (1), Koming (11), Belis (9), Kopyo (6), Sudet (10), Mega (8), Mustika (7), dan Panjul (5). Enam pemain Rudal pun dipilih untuk melawan Tim Panser yang terkenal tangguh, yakni Tude, Yan Putra, Reket, Sudet, Mega, dan Panjul.

Pada set pertama Tim Panser unggul 1:0. Namun kedudukan berhasil disamakan oleh Tim Rudal 1:1 pada set kedua. Pada set ketiga Rudal kembali dikalahkan, sehingga kedudukan menjadi 1:2. Usaha untuk menyamakan kedudukan kembali dilakukan pada set keempat, tetapi Dewi Fortuna lebih memihak Tim Panser yang menurunkan pemain sekelas Porda.

Walaupun kalah 1:3, Tim Rudal tetap bangga karena berkesempatan bertanding melawan Tim Panser. Pada tanggal 29 Januari 2008, Tim Rudal kembali bertanding dan melawan tim tuan rumah, yaitu Scooby. Semoga pertandingan nanti lebih seru dan Tim Rudal bisa menang!

14 Januari 2008

Pasangan AS Unggul di Dlodpangkung

Senin, 14 Januari 2008 adalah pesta demokrasi di Gianyar, dimana berlangsungnya Pilkada Gianyar untuk memilih Bupati Gianyar periode 2008-2013. “Dari 407 orang pemilih yang terdaftar hanya 366 orang pemilih yang menggunakan hak pilihnya”, ujar I Ketut Sudiarta, Kelian Br. Dlodpangkung.

Pencoblosan yang berlangsung dari pukul 07.00 WITA dan berakhir pukul 13.00 WITA ini menghasilkan kemenangan bagi pasangan Nomer 2 (AS), yaitu Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, MSi (Cok Ace) dan Dewa Made Sutanaya, SH dengan perolehan 246 suara (67,21%). Sedangakan pasangan nomer 1 (BAYU), yaitu A.A. Gede Agung Bharata, SH dan Putu Yuda Thema, SE dengan perolehan 110 suara (30,06%). Suara tidak sah juga terdapat pada TPS 15 Br. Dlodpangkung ini yaitu sebanyak 10 suara (2,73%).

Dikutip dari harian Bali Post, 14 Januari 2008 halaman 4, Ketua KPU Gede Panca Wibawa mengatakan bahwa data resmi masing-masing PPK (Kecamatan) dilakukan Selasa (15/1) besok, Sedangkan untuk data konkretnya, sekitar Jumat (18/1).

Semoga Pilkada Gianyar kali ini berjalan sukses, tertib, aman, lancar dan penuh dengan rasa kekeluargaan. Siapa pun pemimpin Gianyar nanti diharapkan bisa membawa kabupaten seni ini menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik, berpendidikan, dan berbudaya.

Persembahyangan Siwa Ratri

Pada hari Minggu, 6 Januari 2008 merupakan malam tergelap di dunia ini karena merupakan perayaan Hari Siwa Ratri. Seluruh umat Hindu diharapkan melakukan tapa beratha selama sehari untuk merenungi segala pikiran, perkataan, perbuatan yang pernah dilakukan, baik itu yang baik maupun yang buruk. Sehingga dengan menlakukan tapa berata atau bahasa kekinian yaitu introspeksi diri, kita bisa melangkah ke depan menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran Agama Hindu.

Sekaa Teruna Astiti Dharma pada malam perayaan Hari Siwa Ratri melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Ratu Sakti Br. Dlodpangkung, kemudian muspa di Pura Desa Sukawati, dan yang terakhir di Pura Dalem Gede Sukawati.

Setelah melakukan persembahyangan, ada beberapa anggota pemuda yang melanjutkan persembahyangan ke Pura-pura lainnya, serta mekemit di pura tersebut. Ada pula yang kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan tapa brata di rumahnya.

Semoga dengan perayaan Siwa Ratri ini kita semua bisa menjalankan segala hak dan kewajiban sebagai umat Manusia dengan lebih baik dan benar sesuai ajaran Agama.

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Suksesnya Bazar STAD


Sekaa Teruna Astiti Dharma bekerja sama dengan Krama Banjar Dlodpangkung dan PKK Ratna Br. Dlodpangkung telah sukses menyelenggarakan Bazar tahun 2007. Kesuksesan ini tak lepas asung kertha wara nugraha Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, para undangan dan donatur, serta kerja sama yang baik dan kompak antara pemuda, banjar dan juga ibu-ibu PKK.

Bazar yang berlangsung dari tanggal 19-22 Desember 2007 ini memperoleh keuntungan sebesar Rp 21.838.000,- dimana diputuskan pembagian hasil sebagai berikut: Pemuda sebesar Rp 11.038.000,- Banjar sebesar Rp 10.000.000,- dan PKK sebesar Rp 800.000,-

Dana Pemuda yang cukup besar tersebut akan digunakan untuk kegiatan Tri Hita Karana Sekaa Teruna Astiti Dharma selama setahun, sedangkan keuntungan bagian Banjar akan dipergunakan untuk menunjang pembangunan Pengias Pura Ratu Sakti Br. Dlodpangkung. Dana bagian PKK akan digunakan untuk menunjang aktivitas PKK Ratna Br. Dlodpangkung.

Bazar kali ini terlihat berbeda dari bazar pada tahun-tahun sebelumnya, dimana dekorasi didesain sesederhana mungkin, namun tidak meninggalkan seni, kebersihan, serta kerapian. Sehingga, berkat tangan-tangan kreatif dari pemuda dan banjar, bazar 2007 ini dikatakan lebih nyaman dan indah.

Dukungan dari Sponsor utama yaitu Djarum Black juga turut memeriahkan Bazar ini. Djarum Black memberikan bantuan berupa doorprize, spanduk, serta daftar menu. Yamaha Waja Motor Sukawati juga turut menyumbang berupa doorpize dan tempat tisu.

Pada bazar terakhir, yaitu tanggal 22 Desember 2007, bertepatan dengan perayaan Hari Ibu. Kami dari STAD memberikan kejutan bagi ibu-ibu PKK Ratna berupa Kue dan Doorprize. Kejutan ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kami atas bantuan PKK Ratna yang tak ternilai harganya dan membantu kami para pemuda, anak-anak beliau dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

Kami berharap kesuksesan Bazar kali ini dapat diulang pada kegiatan-kegiatan STAD selanjutnya. Semoga apa yang sudah disumbangkan dengan ikhlas oleh para donatur, dapat bermanfaat bagi Br. Dlodpangkung untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

17 Desember 2007

AS Bantu Rudal Perlengkapan Bola Voli

Tim Bola Voli Rudal ST. Astiti Dharma Banjar Dlodpangkung sangat senang dan berterima kasih karena mendapat bantuan perlengkapan bola voli berupa 12 setel pakaian bola voli dan 2 buah bola voli dari Media Center Calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, Cok Ace dan Sutanaya (AS).

Bantuan sebagai wujud kepedulian dan pelayanan calon pemimpin Gianyar kepada masyarakatnya ini diserahkan langsung oleh Cok Anom Sukawati, Koordinator Dana dan Logistik AS kepada Ketua Pemuda ST. Astiti Dharma pada hari Kamis, 13 Desember 2007 di Ubud. Kemudian, pada hari Jumat, 14 Desember 2007 dilakukan serah terima bantuan kepada Tim Bola Voli Rudal ST. Astiti Dharma Banjar Dlodpangkung.

Rencananya pakaian bola voli ini hanya akan dipergunakan saat bertanding dengan Tim Bola Voli di luar Banjar Dlodpangkung. Sedangkan Bola Voli dipergunakan untuk latihan rutin setiap sore di lapangan Tim Bola Voli Rudal ST. Astiti Dharma Banjar Dlodpangkung yang baru saja selesai direnovasi.

30 November 2007

Bazar STAD dan Krama Banjar Dlodpangkung


Kepengurusan baru masa bakti 2007/2009 Sekaa Teruna Astiti Dharma (ST. AD) bekerja sama dengan Krama Banjar Dlodpangkung Sukawati dalam menyelenggarakan Bazar 2007.

Adapun Bazar 2007 ini dilaksanakan dalam rangka melanjutkan pembangunan “Pengias” Pura Ratu Sakti Banjar Dlodpangkung dan menunjang kegiatan Tri Hita Karana ST. AD.

Bazar 2007 ini akan menjual hidangan makanan, minuman, snack, serta memamerkan beberapa hasil karya seni ST. AD, baik itu berupa Lukisan, Patung dan Ukiran, Mozaik, Perhiasan Perak dan Emas, dan lain sebagainya.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan Bazar 2007 ini adalah:

  1. Penggalian dana dalam rangka melanjutkan pembangunan “Pengias” Pura Ratu Sakti Banjar Dlodpangkung dan menunjang kegiatan Tri Hita Karana ST. AD.
  2. Meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerja sama yang baik diantara anggota ST. AD.
  3. Memberikan pengalaman bagi seluruh anggota ST. AD dalam melayani konsumen dengan prinsip 3 S (Senyum, Santun dan Sopan).
  4. Media bertemu kangen sanak keluarga Br. Dlodpangkung yang sudah berkeluarga di luar lingkungan Banjar Dlodpangkung.

Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan Bazar 2007 adalah:
Tanggal : 19 – 22 Desember 2007
Pukul : 19.30 WITA – Selesai
Tempat : Wantilan Banjar Dlodpangkung, Sukawati, Gianyar, Bali.

Bazar tahun ini menyebar kupon undangan bazar seharga Rp 25.000,- / kupon sebanyak 1000 lembar dan Rp 50.000,- sebanyak 500 lembar.

Selama Bazar berlangsung akan diadakan aneka hiburan berupa Door prize dari pihak sponsor, Rindik (Musik tradisional Bali), pemutaran video kegiatan Tri Hita Karana ST. AD., permintaan pengunjung berupa pemutaran Lagu Bali, Indonesia dan Asing melalui Kaset, VCD, MP3, CD, dan DVD Player, serta media Komputer.

Dengan demikian, kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i pembaca blogs STAD untuk turut berpartisipasi pada Bazar kami. Atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih. Informasi mengenai sponsorship dan kupon undangan bazar dapat menghubungi:

Pande Putu Suryadinata, S.Si
Ketua Panitia Bazar & Ketua ST. Astiti Dharma
HP. 0818 147 552

Pawiwahan/Pernikahan Megawati, Anggota ST. Astiti Dharma


Jumat, 30 November 2007 adalah hari yang paling bahagia bagi Putu Pande Sri Megawati yang secara resmi melepas masa lajangnya dan juga keanggotaanya di STAD karena menikah dengan I Wayan Sudirman. Kami mewakili STAD mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga senantiasa bahagia, seperti kutipan Rg.Weda X.85.42 berikut ini:

”Ya... Tuhan Yang Maha Kasih
Anugrahkan pasangan pengantin ini
senantiasa bahagia, panjang umur,
keduanya tiada terpisahkan.
Semoga pengantin ini dianugrahkan
putra, putri & cucu yang memberikan
penghiburan, tinggal di rumah
dengan penuh kebahagiaan.”

Mecaru Lapangan Bola Voli

Sekaa Teruna Astiti Dharma (STAD) pada hari Senin, 24 November 2007 telah melaksanakan upacara Bhuta Yadnya, yaitu Mecaru Ayam Brumbun dengan Banten Pengambean di Lapangan Bola Voli yang baru saja selesai direnovasi. Tujuan upacara yang bertepatan dengan PurnamaSasih Kanem dan Perayaan Tumpek Landep ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kami kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nya lah kami bersama krama banjar Dlodpangkung bisa menyelesaikan proyek renovasi lapangan tersebut dengan baik.

Kami berharap setelah diupacarai, lapangan ini dapat memberikan manfaat dalam perkembangan olahraga dan seni di Lingkungan Banjar Dlodpangkung. Kami atas nama STAD mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Bli Kadek Agus serta Krama Banjar Dlodpangkung dalam rangka renovasi Lapangan Bola Voli ini. (Putu Surya)

15 November 2007

STAD dan Undagi Br. Dlodpangkung Renovasi Lapangan Bola Voli

Pukul 6.30 WITA ketika udara serasa dingin dan matahari tampak malu-malu menampakkan sinarnya di hari Minggu, 11 November 2007, terdengar sangat jelas suara Neng-Neng tanda pemuda ST Astiti Dharma (STAD) harus segera bersiap-siap memulai hari gotong royong. Gotong royong kali ini lain dari biasanya karena untuk pertama kalinya, 30 orang anggota STAD dan 30 orang Undagi (Ahli bangunan) yang ada di Banjar Dlodpangkung bersatu, bahu membahu merenovasi lapangan bola voli di Banjar Dlodpangkung menjadi lapangan serba guna.

Sebelum kegiatan gotong royong berlangsung, terlebih dahulu para panitia menghaturkan rarapan dan banten saiban (sesajen), memohon kepada Hyang Widhi agar kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar sesuai harapan.

Tepat pukul 08.00 WITA, setelah menikmati segelas kopi hitam dan jajanan Bali, para pemuda dan Undagi bergegas memulai gotong royong. Deru debu suara satu unit molen (alat pencampur semen dan pasir) memecahkan keheningan pada pagi hari itu. Sekop demi sekop pasir dan semen (disebut luluh) memenuhi mulut molen yang telah diisi air. Campuran pertama ditumpahkan pada 7 glindingan yang telah mengantre. Para undagi yang ambil bagian ngecor dan mlester dengan sigap menerima luluh-luluh tersebut.

Ternyata tak hanya alat pencampur modern yang dikerahkan, sistem manual dengan cangkul dan sekop juga dikerahkan untuk mencampur semen dan pasir di atas aspal. Tetapi cuaca mulai mengkhawatirkan karena mendung begitu gelap. Para panitia bergegas mencari terpal untuk jaga-jaga jika berkah hujan turun menyapa lapangan. Semua berharap hujan hanya sekedar menyapa tak berlangsung lama dan itu pun terwujud. Matahari yang tadinya malu-malu, mulai menampakkan sinar hangatnya.

Tua muda kembali semangat bekerja, namun lelah tak bisa tertutupi, ketika beberapa sudah mulai menikmati rokok dan seteguk minuman berenergi. Hal itu tak berlangsung lama, karena target setengah hari (sampai jam 11 siang) harus sudah selesai ngecor tahap I. Tak terasa pukul 11 mulai merangkak, 30 sak semen serta 2 truk pasir sudah berubah menjadi benda keras melapisi seluruh lapangan.

Tepat pukul 11.00 WITA, para pemuda dan Undagi dipersilahkan untuk menikmati Nasi Bira (Nasi kuning) dan Nasi goreng yang telah disiapkan panitia. Setelah santap siang, para pemuda dan undagi beristirahat sejenak sambil menikmati rokok, segelas kopi hitam dan jajanan.


Jam menunjukkan pukul 12.30 WITA. Molen
pun kembali beraksi dengan suara khasnya. Beberapa pentolan Undagi menyarankan kepada panitia untuk menambah pasokkan pasir terutama pasir halus untuk melapisi bagian atas lapangan. Begitu juga pasokkan semen sebagai pasangan paling serasi bagi pasir halus tersebut. Perkiraan awal hanya akan menghabiskan 10 sak semen dan 4 colt pasir halus saja, namun ternyata membengkak menjadi 27 sak semen dan 5 colt pasir halus. Ini terjadi demi daya tahan dan hasil terbaik. Kelebihan material pun dapat dialokasikan untuk mlester sebagian Jaba Pura Ratu Sakti. Sehingga, mengurangi terjadinya becek pada saat turun hujan nanti.

Selama proses tahap II berlangsung, tenaga dibagi tiga, spesial mencampur luluh, mlester lapangan dan memindahkan dua tiang listrik tak terpakai ke pinggir lapangan yang rencananya akan diintegrasikan dengan lampu untuk menerangi lapangan di malam hari. Pemindahan tiang listrik cukup alot dan melibatkan sebuah tangga bambu, tapi akhirnya keduanya berhasil dipindahkan. Sebelum dipancangkan kembali, sebuah tiang terpaksa harus digotong ke tukang las 100 meter dari lapangan karena mengalami kropos dan berlubang pada bagian pangkalnya.

Tepat pukul 17.00 WITA, pengerjaan lapangan serba guna telah usai dan disambut dengan keceriaan. 60 bungkus nasi campur lezat kembali menyapa sebagai tanda usainya gotong royong. Rencananya, minggu depan lapangan akan diupacarai dengan upacara Bhuta Yadya, yaitu Pecaruan. Tujuan upacara ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kehadapan Hyang Widhi karena suksesnya renovasi lapangan. Kini, Banjar Dlodpangkung telah memiliki sebuah lapangan serba guna. Semoga dengan kehadiran lapangan ini dapat meningkatkan kreativitas olahraga dan seni Banjar Dlodpangkung. (Pande Surya)

19 Oktober 2007

Anjing Jalanan Mandul di Dlodpangkung


Suara ribut di Balai Banjar Dlodpangkung pada hari Jumat, 19 Oktober 2007 memancing puluhan orang berkerumun mencari tahu, ada apa gerangan?! Ternyata suara rintihan “Kaing-kaing” itu adalah bagian dari proses operasi sterilisasi atau pemandulan pada puluhan anjing jalanan berjenis kelamin jantan dan betina, atau di Bali dikenal dengan sebutan cicing gudig atau cicing kacang.

Sebanyak lima dokter hewan dari Yayasan Yudistira Swarga dikerahkan dalam operasi field clinic yang pada kesempatan ini dipusatkan di Banjar Dlodpangkung, Sukawati Gianyar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan populasi anjing jalanan khususnya di wilayah Desa Sukawati. Diharapkan setelah kegiatan ini berlangsung, populasi anjing jalanan di Desa Sukawati menurun dan masyarakat mulai terdidik untuk lebih memperhatikan “kesejahteraan” anjing kesayangannya.

Pada kegiatan field clinic ini bukan hanya anjing jalanan tak bertuan yang disteril, tapi juga anjing-anjing milik Krama Banjar Dlodpangkung dan sekitarnya yang ingin anjingnya tidak beranak-pianak lagi. Sedangkan anjing-anjing jalanan yang kondisinya sangat parah dengan terpaksa harus disuntik mati agar tidak mencemarkan lingkungan.

Yayasan Yudistira Swarga merupakan organisasi swadaya masyarakat yang memfokuskan kegiatannya dalam rangka mengendalikan populasi anjing jalanan di Bali serta sebagai wahana kerja praktek bagi mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Selain itu Yayasan Yudistira Swarga juga memiliki lima program utama yaitu: Kindness Club, Street Work, Field Clinic, Village Education, dan Education and Animal Welfare Campaign.

Bagi pembaca yang ingin informasi lebih lanjut atau ingin menjadi sukarelawan dan donatur bisa menghubungi:

Yayasan Yudistira Swarga
Jalan Tukad Balian No. 170, Renon, Denpasar, Bali

Telp. +62 361 7424048
Fax. +62 361 264 067
Email. yudisthiraswarga@gmail.com
Website. www.animalsmatter.org

Donate and Be a Volunteer to Help
They Need Your Help!!!

Yayasan Yudistira Swarga
LIPPO BANK

US$ No. 789-30-71816-0
Jl. M.H. Thamrin No. 77 Denpasar Bali

Rp No. 534-30-05824-1
Kuta Graha. Jl. By Pass Ngurah Rai No 88

Swift Code: LIPBIDJA

12 September 2007

Seperti Catur I


Gertak langkah sunyi bergeming
berdetak terkerut hening
tunduk diam

diam!

tinta tercair, pena-pena
keringkan isyarat
gersang tanah perang
sayut mayut debu’kan terharu
jiwa melayang di jiwa
walau segolek jiwa
jiwa dan jiwa

jalan saja terus!
tanah perang
ku gemertak tegar
segeming nafas
tambah lusuh di bahu
dada terdesak tersesak

tajam!

sunyi terbising
sumpah khayal
sumpahan
belalak tak bergeming
jiwa’kan tertindas

lukanya hinaan merobek kerah
terbentang’kan papan hitam putih

inilah negeri lama

lama!

budak, tani, hina, biasa dan katanya

tak mashyur
‘kan hilang
‘kan hancur

Lebur!

terlarut hanyut
di jiwa dan
jiwa

*Nova Dlod Pangkung, 2007